UAN 2007/2008
1.
Perhatikan beberapa
gejala sosial berikut:
1.Pelakunya lebih dari satu orang
2.Tidak ada komunikasi diantara pelaku
3.Mempunyai maksud dan tujuan yang jelas
4.Dimensi waktunya masa lalu
Dari daftar
diatas yang termasuk ciri-ciri interaksi sosial adalah.......
A.
1 dan 2
B.
1 dan 3
C.
2 dan 3
D.
2 dan 4
E.
3 dan 4
2.
Dalam interaksi sosial
harus ada kontak dan komunikasi sosial.
Dibawah ini yang
termasuk komunikasi sekunder dalam interaksi sosial adalah
A.
Anita menerima kiriman
surat dari seseorang di luar negeri
B.
Yudi berkata pada Yuni
bahwa hari ini ada pentas seni
C.
Kepala sekolah
menjelaskan tentang kedisiplinan kepada siswa
D.
Tawuran antara siswa STM
dan SMA direkam oleh wartawan
E.
Seorang pedagang sedang
menghitung jumlah keuntungannya
3.
Beberapa remaja berusaha
untuk tampil sama persis dengan tokoh yang dikagumi. Dalam proses interaksi
sosial tersebut sangat dipengaruhi oleh faktor.....
A.
Identifikasi
B.
Simpati
C.
Motivasi
D.
Empati
E.
sugesti
UAN 2008/2009
4.
Setelah mendapat
bimbigan dari Ustadz Mansyur, penampilan hana didepan umum lebih sopan dan
pakaiannya menutup aurat secara lebih sempurna. Contoh tersebut menggambarkan
adanya faktor yang mempengaruhi tindakan Hanna, yaitu.......
A.
Imitasi
B.
Identifikasi
C.
Sugesti
D.
Motivasi
E.
simpati
5. Dalam upaya menyelesaikan konflik sosial di ambon beberapa waktu yang lalu,
pemerintah mempertemukan keinginan pihak-pihak yang bertikai untuk berunding.
Kedua belah pihak mengesampingkan perbedaan kepentingan sehingga tercapai
kesepakatan bagi penyelesaian konflik tersebut. Kasus tersebut merupakan contoh
interaksi sosial dalam bentuk..............
A. Kompromi
B. Stalemate
C. Konsiliasi
D. Persaingan Ajudikasi
E. Koersif
6.
Perhatiakn bentuk
interaksi sosial berikut ini!
(1)
di antara partai politik
dalam kampaye
(2)
Kerjasama dua negara
bersahabat dan bertetangga
(3)
Akomodasi berbagai
kepentingan kelompok masyarakat majemuk
(4)
Pertandingan bola basket
pelaja SMP di kabupaten kota
Proses interaksi sosial diatas yang bersifat asosiatif
adalah..........
A.
( 1) dan (2)
B.
( 1) dan (3)
C.
(2) dan (3)
D.
(2) dan (4)
E.
(3) dan (4)
7.
Seorang siswa SMP di
Cina menyumbangkan seluruh uang tabungan hasil jerih payahnya dari mengumpulkan
botol bekas air mineral kepada anak-anak korban HiV/AIDS. Tindakan sosial dalam
interaksi tersebut dipengaruhi oleh faktor........
A.
Identifikasi
B.
Imitasi
C.
Motivasi
D.
Empati
E.
Sugesti
8. Pertandingan sepakbola terkadang diwarnai tindakan tidak sportif baik antar
pemain maupun suporternya, sehingga tindakan anarkhis sering terjadi saat
berlangsung maupun selesai pertandingan. Realitas sosial seperti contoh
tersebut merupakan bentuk interaksi sosial yang bersifat........
A. Kompetesi
B. Disosiatif
C. Kooperatif
D. Asosiatif
E. Persaingan
9.
Perhatikan contoh
realita sosial berikut:
(1) Anggota DPR
dan DPD berdebat tentang efektifitas pembangunan nasional.
(2) Siswa SMA /MA
se-DKI bertanding olahraga untuk memperebutkan piala gubernur
(3) Para siswa
berkumpul di halaman sekolah untuk menyaksikan pentas musik
(4) Siswa mengerjakan
tugas secara sungguh-sungguh supaya mendapatkan nilai terbaik
Dari semua contoh
diatas yang merupakan interaksi sosial dalam bentuk kompetisi adalah.......
A.
(1) dan (2)
B.
(1) dan (3)
C.
(2) dan (3)
D.
(2) dan (4)
E.
(3) dan (4
Materi Utama
A.
Tindakan Sosial
Tindakan sosial adalah perbuatan atau perilaku manusia untuk
mencapai tujuan subjekif dirinya. Misalnya: sejak kecil manusia sudah melakukan
tindakan sosial, antara lain membagi makanan dengan temannya, dan memberi sesuatu
kepada pengemis. Tindakan sosial manusia diperoleh melalui proses belajar dan
proses pengalaman dari orang lain. Jika tindakan sosial itu dianggap baik, maka
manusia akan melakukan tindakan yang sama. Jika tindakan sosial itu baik dan
bermanfaat bagi orang lain, makin lama tindakan sosial tersebut dapat dianggap
sebagai suatu kebisaaan yang harus dilakukan oleh seluruh anggota kelompok
sosial.
Pada dasarnya tindakan sosial dapat dibedakan menjadi empat
tipe. Sebagai berikut:
1. Bersifat Rasional (Instrumental)
Tindakan sosial yang bersifat
rasional adalah tindakan sosial yang dilakukan dengan pertimbangan dan pilihan
secara sadar (masuk akal). Artinya tindakan sosial itu sudah dipertimbangkan
masak-masak tujuan dan cara yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut.
Contohnya: Ari memutuskan bekerja daripada memilih melanjutkan kuliah setelah
lulus SMA. Alasannya karena Ari ingin segera dapat membantu orang tua dan
membiayai sekolah adik-adiknya. Setelah mengambil keputusan bekerja, maka Ari
membuat lamaran kerja ke semua perusahaan yang membuka lowongan kerja sesuai
kualifikasi pendidikan yang dimilikinya.
2. Berorientasi Nilai
Tindakan sosial yang
berorientasi nilai dilakukan dengan memperhitungkan manfaat, sedangkan tujuan
yang ingin dicapai tidak terlalu dipertimbangkan.Tindakan ini menyangkut
kriteria baik dan benar menurut penilaian masyarakat. Bagi tindakan sosial ini
yang penting adalah kesesuaian tindakan dengan nilai-nilai dasar yang berlaku
dalam kehidupan masyarakat.
Contohnya: tidak pernah mempersoalkan
mengapa kita harus makan dan minum dengan tangan kanan. Tindakan tersebut kita
lakukan karena pandangan masyarakat yang menekankan kalau makan dan minum
dengan tangan kanan lebih sopan daripada dengan tangan kiri.
3. Tradisional
Tindakan sosial tradisional
adalah tindakan sosial yang menggunakan pertimbangan kondisi kebisaaan yang
telah baku dan ada di masyarakat. Oleh karena itu, tindakan ini cenderung
dilakukan tanpa suatu rencana terlebih dahulu, baik tujuan maupun caranya,
karena pada dasarnya mengulang dari yang sudah dilakukan.
Contohnya: upacara-upacara adat yang berlaku di seluruh wilayah
Indonesia. Kegiatan tersebut dilakukan mengikuti kebiasaan yang telah
turun-temurun.
4. Afektif
Tindakan sosial afektif adalah
tindakan sosial yang sebagian besar tindakannya dikuasai oleh perasaan
(afektif) ataupun emosi, tanpa melakukan pertimbangan yang matang. Perasaan
marah, cinta, sedih, gembira muncul begitu saja sebagai reaksi spontan terhadap
situasi tertentu. Oleh sebab itu tindakan sosial itu bisa digolongkan menjadi
tindakan yang irasional.
Contohnya: seorang wanita menangis begitu mendengar cerita
sedih. Tindakan tersebut merupakan ungkapan-ungkapan langsung tanpa
mempertimbangkan terlebih dahulu alasan tujuannya.
1. Syarat-Syarat Terjadinya Interaksi Sosial
Interaksi sosial dapat terjadi apabila memenuhi syaratsyarat
sebagai berikut.
a. Adanya kontak sosial (sosial contact)
Kontak berasal dari kata Con
atau Cun yang berarti bersama-sama, dan Tango yang artinya
menyentuh. Jadi, secara harfiah kontak berarti saling menyentuh. Dalam
sosiologi kontak tidak hanya bersentuhan fisik saja, kadang-kadang bias terjadi
tanpa fisik, misalnya berbicara melalui telepon, menulis surat, dan internet.
Kontak hanya dapat berlangsung apabila kedua belah pihak sadar akan kedudukan
atau kondisi masing-masing. Untuk itu kontak memerlukan kerja sama dengan orang
lain.
Kontak sosial dapat dibedakan sebagai berikut.
1) Berdasarkan bentuk (wujud)
Berdasarkan bentuknya kontak dapat dibedakan menjadi berikut
ini.
a) Kontak antara individu dengan individu
Contoh: Kontak antara guru dengan guru, orangtua dengan anaknya,
siswa dengan siswa lain, penjual dengan pembeli.
b) Kontak antara individu dengan kelompok
Contoh: Guru dengan murid-muridnya di kelas, penceramah dengan
peserta seminar.
c) Kontak antara kelompok dengan kelompok
Contoh: Pertandingan sepak bola antara dua tim kesebelasan,
pertandingan bola voli antara dua tim bola voli.
2) Berdasarkan cara
Berdasarkan caranya kontak dibedakan menjadi dua, yaitu berikut ini.
a) Kontak langsung (primer)
Kontak langsung yaitu hubungan timbal balik yang terjadi secara
langsung, contoh: berbicara, berjabat tangan, tersenyum, dan bahasa isyarat.
b) Kontak tidak langsung (sekunder)
Kontak tidak langsung (sekunder) yaitu hubungan timbal balik
yang yang memerlukan perantara (media). Perantara/media yang digunakan dalam
kontak sekunder bisa berupa benda misalnya, telepon, TV, radio, HP, surat, dan telegram atau bisa juga
menggunakan manusia, misalnya seorang pemuda meminang seorang gadis melalui
orang lain.
3) Berdasarkan sifatnya
Berdasarkan sifatnya kontak sosial ada dua macam, yaitu berikut
ini.
a) Kontak positif yaitu kontak sosial yang mengarah kepada suatu
kerja sama, misalnya kontak antara pedagang dengan pembeli.
b) Kontak negatif yaitu kontak sosial yang mengarah kepada suatu
pertentangan, misalnya kontak senjata antara dua negara yang sedang berperang.
b. Komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan (ide atau
gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling memengaruhi di
antara keduanya.
1) Komunikasi dibedakan menjadi dua, yaitu berikut ini.
a) Komunikasi lisan (verbal), yaitu komunikasi dengan
menggunakan kata-kata (verbal) yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak.
Contoh: berbicara langsung dan melalui telepon.
b) Komunikasi nonverbal (isyarat), yaitu komunikasi dengan
menggunakan gerak-gerik badan, bahasa isyarat, atau menunjukkan sikap tertentu.
Contoh: menggelengkan kepala, mengangkat bahu, dan melambaikan tangan.
2) Syarat-syarat komunikasi
Komunikasi dapat berlangsung apabila memenuhi syarat sebagai
berikut.
a) Ada pengirim (sender) yaitu pihak yang mengirimkan
pesan kepada pihak lain.
b) Penerima atau komunikasi (receiver) yaitu pihak yang
menerima pesan dari pihak lain.
c) Pesan (message) adalah isi atau maksud yang akan
disampaikan oleh setiap pihak kepada pihak lain.
d) Umpan balik (feed back) adalah tanggapan dari penerima
pesan atau isi pesan yang disampaikannya.
Suatu kontak bisa terjadi tanpa komunikasi,
jika terjadi kontak tanpa komunikasi maka tidak akan terjadi interaksi sosial.
Misalnya, orang Jawa bertemu dengan orang Batak, orang Jawa menyapa dengan
bahasa Jawa, padahal orang Batak tidak mengerti bahasa Jawa, maka komunikasi tidak akan terjadi. Komunikasi
dapat berdampak positif jika masing-masing
dapat menafsirkan apa yang dimaksud. Komunikasi juga bisa berdampak tidak baik
apabila salah satu pihak tidak dapat menafsirkan maksud pihak lain.
2. Ciri-Ciri Interaksi Sosial
Dari uraian tersebut di atas, dapat disampaikan bahwa interaksi
sosial memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
a. Pelakunya lebih dari satu orang.
b. Ada komunikasi di antara pelaku melalui kontak sosial.
c. Mempunyai maksud dan tujuan yang jelas, terlepas dari sama
atau tidaknya tujuan tersebut dengan yang diperkirakan pelaku.
d. Ada dimensi waktu (masa lampau, maka kini, dan masadatang)
yang akan menentukan sikap aksi yang sedang berlangsung.
3. Faktor-Faktor yang Mepengaruhi Interaksi Sosial
Interaksi sosial sebagai bentuk hubungan manusia yang
menimbulkan aksi dan reaksi dapat dipengaruhi oleh factor-faktor dari luar
individu. Factor yang memengaruhi
interaksi sosial ada enam macam, sebagai berikut.:
a. Imitasi
Imitasi adalah proses belajar
dengan cara meniru atau mengikuti perilaku orang lain. Imitasi dapat berakibat
positif bila yang ditiru merupakan individu-individu baik menurut pandangan
umum. Tetapi imitasi juga bisa bersifat negatif jika individu yang ditiru
berlawanan dengan pandangan umum. Contoh: banyak anak SMA mengikuti mode rambut
artis dicat dan panjang bagi laki-laki.
b. Sugesti
Sugesti adalah pemberian
pengaruh pandangan seseorang kepada orang lain dengan cara tertentu, sehingga
orang tersebut mengikuti pandangan/ pengaruh tersebut tanpa berpikir panjang.
Sugesti biasanya dilakukan dari orang-orang yang berwibawa dan mempunyai
pengaruh besar di lingkungan sosialnya. Sugesti dapat berupa berbagai bentuk
sikap atau tindakan seperti perilaku, pendapat, saran, dan pertanyaan. Reklame
dan iklan yang dimuat di media cetak, atau media elektronik juga merupakan
salah satu bentuk sugesti yang bersifat massal.
Contoh: iklan sampo yang diperagakan oleh seorang yang
seolah-olah rambutnya rontok, setelah memakai sampo tersebut rambutnya menjadi
kuat/tidak rontok dan tebal.
c. Identifikasi
Identifikasi adalah
kencenderungan atau keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan
individu lain yang ditiru. Orang lain yang menjadi sasaran identifikasi disebut
idola (dari kata idol yang berarti sosok yang dipuja). Identifikasi merupakan bentuk
lanjut dari proses sugesti dan proses imitasi yang telah kuat. Contoh: seorang
siswa yang mengagumi gurunya, sering mengidentifikasi dirinya seperti guru yang
dikaguminya.
d. Simpati
Simpati adalah perasaan
tertarik yang timbul dalam diri seseorang dan membuatnya merasa seolah-olah
berada dalam keadaan orang lain. Perasaan simpati dapat disampaikan kepada
seseorang, sekelompok orang, atau lembaga formal pada waktu khusus misalnya
peringatan ulang tahun kemerdekaan RI , kenaikan kelas, atau kenaikan jabatan.
Agar simpati dapat berlangsung, diperlukan adanya saling pengertian antara
kedua belah pihak. Pihak yang satu terbuka mengungkapkan pemikiran atau isi
hatinya, sedangkan pihak yang lain mau menerimanya. Itulah sebabnya simpati
merupakan dasardasar persahabatan.
Contoh: perasaan simpati seorang perjaka terhadap gadis yang
akhirnya menimbulkan perasaan cinta kasih di antara keduanya.
e. Motivasi
Motivasi adalah dorongan,
rangsangan, atau stimulus yang diberikan seseorang kepada orang lain, sehingga
orang yang diberi motivasi menuruti atau melaksanakan apa yang dimotivasikan
secara kritis, rasional, dan penuh rasa tanggung jawab. Motivasi dapat
diberikan dari seorang individu kepada kelompok, kelompok kepada kelompok,
individu kepada individu. Motivasi dapat berupa sikap, perilaku, pendapat,
saran, dan pertanyaan.
Contoh: penghargaan kepada siswa yang berprestasi merupakan
motivasi bagi siswa untuk belajar lebih giat.
f. Empati
Empati adalah proses kejiwaan seorang individu untuk larut dalam
perasaan orang lain baik suka maupun duka.
Contoh: kalau kita melihat orang lain mendapat musibah, kita
seolah-olah ikut menderita.
4. Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial
Bentuk-bentuk interaksi sosial secara garis besar dapat kita
bedakan menjadi dua yaitu interaksi sosial yang bersifat assosiatif dan
interaksi sosial yang bersifat dissosiatif. Untuk lebih jelasnya akan kita
uraikan satu persatu.
a. Interaksi sosial yang bersifat
assosiatif
Interaksi sosial yang bersifat assosiatif dapat berbentuk kerja
sama, akomodasi, asimilasi, dan akulturasi.
1)
Kerja sama (cooperation) Kerja sama adalah suatu usaha bersama antara
orang perorangan atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Kerja sama
dilakukan sejak manusia mulai berinteraksi dengan sesamanya. Kebiasaan kerja
sama dimulai sejak kanak-kanak, mulai dari dalam kehidupan keluarga lalu
meningkat kelompok sosial yang lebih luas.
Kerja sama bisa bersifat
konstruktif (membangun), bias juga destruktif (merusak). Contoh kerja sama
konstruktif yaitu guru dan siswa memulihkan nama baik sekolah akibat dinodai
sejumlah siswa yang melakukan tindakan kriminalitas. Adapun contoh kerja sama
yang bersifat destruktif adalah tawuran antarpelajar. Selain itu kerja sama
juga bisa bersifat agresif apabila suatu kelompok mengalami kekecewaan yang
berkepanjangan akibat rintangan-rintangan dari luar kelompok. Bentuk-bentuk
kerja sama meliputi antara lain:
a) bargaining yaitu pelaksanaan perjanjian mengenai
pertukaran barang dan jasa antara dua organisasi atau lebih;
b) cooperation yaitu penerimaan unsur-unsur baru dalam
kepemimpinan dari suatu organisasi untuk menghindari terjadinya kecurangan
dalam stabilitas organisasi yang bersangkutan;
c) coalition yaitu gabungan antara dua organisasi atau
lebih yang mempunyai tujuan yang sama;
d) joint venture yaitu kerja sama dalam usaha
proyek-proyek tertentu.
Di pedesaan kerja sama merupakan tradisi turun-temurun, yang
disebut dengan istilah gotong royong.Misalnya untuk masyarakat Jawa gotong
royong disebut gugur gunung, di Sunda disebut sambat sinambat, di Batak disebut
raron, di Manado disebut mapulus, dan di Bali disebut arud kelod ketog
semprong.
2) Akomodasi
Akomodasi adalah keseimbangan interaksi sosial dalam kaitannya
dengan norma dan nilai yang ada di masyarakat. Akomodasi sering terjadi dalam
situasi konflik sosial (pertentangan). Akomodasi merupakan suatu cara untuk
menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan, sehingga pihak
lawan tidak kehilangan kepribadiannya.
•) Akomodasi dilakukan bertujuan untuk:
a) mengurangi pertentangan akibat perbedaan paham,
b) mencegah meledaknya pertentangan untuk sementara waktu,
c) mewujudkan kerja sama antara kelompok-kelompok yang hidup
terpisah akibat psikologis serta cultural dan mengusahakan peleburan
kelompokkelompok sosial yang terpisah.
•) Bentuk-bentuk akomodasi antara lain berikut ini.
a) Koersi (coercion), yaitu bentuk akomodasi yang terjadi
karena adanya pelaksanaan dari pihak lain yang lebih kuat. Contoh: sistem
pemerintahan komunis.
b) Kompromi (compromise), yaitu bentuk akomodasi di mana
pihak yang mengalami perselisihan mengurangi tuntutannya agar tercapai suatu
penyelesaian. Contoh: gencatan senjata dua pihak yang berperang.
c) Arbitrasi (arbitration), yaitu bentuk akomodasi yang
melibatkan pihak ketiga dalam menyelesaikan suatu konflik. Dalam hal itu pihak
ketiga bersifat netral. Contoh: penyelesaian antara dua negara yang sedang
perang oleh PBB sebagai pihak ketiga.
d) Toleransi yaitu sikap saling menghargai dan menghormati
pendirian masing-masing.
e) Mediasi yaitu bentuk akomodasi yang hampir sama dengan
arbitrasi, namun pihak ketiga tidak mempunyai wewenang memutuskan masalah,
hanya sebatas sebagai penasihat.
f) Konversi (conversion) yaitu konflik apabila salah satu
pihak bersedia mengalah dan mau menerima pendirian pihak lain.
g) Konsiliasi yaitu penyelesaian konflik dengan jalan
mempertemukan pihak-pihak yang bertikai di meja perundingan.
h) Ajudikasi yaitu penyelesaian konflik di meja pengadilan.
i) Stalemate yaitu bentuk akomodasi di mana pihak yang
berselisih mempunyai kekuatan seimbang. Keduanya sadar bahwa tidak mungkin maju
atau mundur, sehingga pertentangan antara keduanya akan berhenti pada suatu
titik.
j) Segregasi yaitu upaya untuk saling menghindar di
antara pihak-pihak yang bertikai untuk mengurangi ketegangan.
k) Ceasefire yaitu menunda perselisihan
dalam jangka waktu tertentu sambil mengupayakan terselenggaranya penyelesaian
konflik.
l) Dispasement yaitu mengakhiri konflik dengan
mengalihkan pada objek masing-masing.
3) Asimilasi
Asimilasi
adalah proses sosial yang timbul apabila ada kelompok masyarakat dengan latar
belakang kebudayaan yang berbeda, saling bergaul secara interaktif dalam jangka
waktu yang lama. Dengan demikian, lambat laun tidak ada perbedaan antara
individu dengan kelompok untuk mengurangi perbedaan tersebut. Usaha-usaha
asimilasi meliputi mempererat kesatuan tindakan, sikap, perasaan dengan
memerhatikan kepentingan dan tujuan bersama.
Hasil dari proses asimilasi antara lain lahir:
a) kelompok-kelompok manusia dengan berbeda kebudayaan;
b) individu-individu sebagai warga kelompok yang saling
mengenal;
c) kebudayaan baru dari kelompok yang saling menyesuaikan diri.
4) Akulturasi
Akulturasi adalah proses sosial
yang timbul karena penerimaan dan pengolahan unsur-unsur kebudayaan asing tanpa
menghilangkan unsur-unsur kebudayaan asli. Akulturasi merupakan perpaduan dua
unsur kebudayaan dalam kurun waktu yang lama. Dalam akulturasi unsur-unsur
kebudayaan asing tersebut melebur ke dalamkebudayaan asli, dengan tidak
menghilangkan kepribadian kedua unsur kebudayaan tersebut. Contohnya perpaduan
musik Melayu dengan musik Spanyol menjadi/lahir musik keroncong.
Unsur-unsur yang mudah diterima dalam alkulturasi, antara lain:
a) kebudayaan material;
b) teknologi baru yang manfaatnya cepat dirasakan dan mudah
dioperasikan, misalnya kebudayaan pertanian (alat-alat, pupuk, dan benih);
c) kebudayaan yang mudah disesuaikan dengan kondisi setempat
(kesenian, olahraga);
d) kebudayaan yang pengaruhnya kecil, misalnya model pakaian.
Unsur-unsur kebudayaan yang sukar di terima antara lain:
a) kebudayaan yang mendasari pola pikir masyarakat, misalnya
unsur keagamaan;
b) kebudayaan yang mendasari proses sosialisasi yang sangat
meluas dalam kehidupan masyarakat, misalnya makanan pokok, sopan-santun, dan
mata pencaharian.
Individu/orang yang mudah menerima budaya asing, yaitu:
a) golongan muda yang belum memiliki identitas dan kepribadian
yang mantap;
b) golongan masyarakat yang hidupnya belum memiliki status yang
penting;
c) kelompok masyarakat yang hidupnya tertekan, misalnya
pengangguran dan penduduk terpencil.
b. Interaksi sosial yang
bersifat dissosiatif
Berikut ini akan kita bahas bentuk-bentuk interaksi sosial yang
bersifat dissosiatif, sebagai berikut.
1) Persaingan (competition)
Persaingan adalah proses sosial
yang melibatkan individu atau kelompok yang saling berlomba dan berbuat sesuatu
untuk mencapai kemenangan tertentu. Persaingan dapat terjadi apabila beberapa
pihak menginginkan sesuatu yang terbatas atau sesuatu yang menjadi pusat
perhatian umum. Misalnya, beberapa orang memperebutkan kedudukan/ jabatan
gubernur kepala daerah. Adapun nantinya yang menduduki jabatan gubernur hanya
satu orang. Persaingan yang dilakukan sesuai dengan norma dan tingkah laku
sosial yang berlaku di masyarakat, kecil kemungkinan menggunakan kekerasan atau
ancaman. Persaingan seperti ini disebut persaingan secara sehat atau sportif.
a) Hal-hal yang menyebabkan tumbuhnya persaingan, antara lain:
– perbedaan pendapat mengenai sesuatu yang paling prinsip;
– perselisihan paham yang mengusik harga diri seseorang;
– persamaan kepentingan dalam hal yang sama;
– perbedaan sistem nilai dan norma dari kelompok masyarakat;
– perbedaan kepentingan politik.
b) Persaingan dapat berakibat, sebagai berikut:
– tumbuhnya solidaritas antaranggota kelompok atau kelompok;
– timbulnya perubahan sikap baik positif maupun negatif;
– kehilangan harta benda atau jiwa manusia jika terjadi benturan
fisik;
– terjadi negosiasi di antara pihak-pihak yang bertikai di dalam
keadaan status quo.
c) Fungsi persaingan
Persaingan memiliki beberapa fungi antara lain:
– dapat menyalurkan keinginan individu atau kelompok yang
sama-sama menuntut untuk
dapat dipenuhi tuntutannya, padahal tidak semua keinginan
dapat yang dapat menimbulkan persaingan;
– dapat menyeleksi individu yang pantas memperoleh kedudukan
serta peranan sesuai dengan kemampuannya.
2) Kontravensi
Kontravensi adalah proses sosial yang berada di antara
persaingan dan pertentangan. Kontravensi ditandai dengan sikap ketidakpastian,
keraguan, penolakan, dan penyangkalan yang tidak diungkapkan secara terbuka.
Penyebab kontravensi antara lain perbedaan pendirian kalangan tertentu dengan kalangan lain di masyarakat.
3) Pertikaian
Pertikaian adalah proses sosial yang terjadi apabila individu
atau kelompok berusaha memenuhi kebutuhan atau tujuannya dengan jalan menentang
pihak lain dengan cara ancaman atau kekerasan. Pertikaian merupakan proses
sosial sebagai kelanjutan dari kontravensi. Dalam pertikaian, perselisihan
bersifat terbuka. Pertikaian terjadi karena makin tajamnya perbedaan antara
kalangan yang berselisih paham. Kondisi tersebut mengakibatkan ancaman, rasa
benci yang mendorong tindakan untuk melukai, menghancurkan atau menyerang pihak
lain.
4) Permusuhan (konflik)
Permusuhan (konflik) adalah
keadaan yang membuat salah satu pihak merintangi atau menjadi penghalang bagi
individu atau kelompok dalam melakukan kegiatankegiatan tertentu. Permusuhan atau konflik diawali dengan adanya perbedaan atau
persaingan yang serius sehingga sulit didamaikan atau ditemukan kesamaannya.
Permusuhan atau konflik merupakan situasi yang wajar dapat terjadi di
lingkungan keluarga, sekolah, lingkungan tetangga, bahkan antarnegara.
Permusuhan atau konflik merupakan sikap yang tidak terpuji, karena bertentangan
dengan nilai-nilai dan norma yang berlaku dalam lingkungan masyarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar